Essay Mental Health
Nama :Muhammad Royyan Balafif
Cluster :50
Fakultas :Kedokteran
Jurusan :Pendidikan Dokter
Mental Health
Gangguan mental merupakan salah satu
tantangan kesehatan global yang memiliki
dampak signifikan dikarenakan prevalensi
yang tinggi dan penderitaan berat yang ditanggung oleh individu, keluarga,
komunitas, dan negara (Kohn, Saxena,
Levav, & Saraceno, 2004).Gangguan
mental akan muncul satu waktu pada 10%
populasi orang dewasa (World Health
Organization, 2001). Tingginya angka prevalensi gangguan mental berdampak pada beban sosial dan
ekonomi, namun hanya 10% yang menerima penanganan profesional.Prevalensi gangguan mental terus
meningkat tiap tahunnya dan
berkontribusi sebesar 23 persen dari
beban penyakit dunia pada tahun 2010
(Becker & Kleinman, 2013).Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan
Dasar (Riskedas) menunjukkan prevalensi
gangguan jiwa berat nasional sebesar 1,7
per mil, yang artinya 1-2 orang dari 1000
penduduk Indonesia mengalami gangguan
jiwa.Prevalensi tertinggi ada
pada kelompok usia lebih dari 75 tahun
dibandingkan kelompok usia lainnya,
kelompok perempuan daripada laki-laki,
dan kelompok tidak sekolah
Menurut Charles Goodstein, MD, seorang profesor psikiater klinis dari New York University’s Langone School of Medicine, otak kita berhubungan erat dengan sistem endokrin yang bekerja melepaskan hormon. Hormon ini berpengaruh pada kesehatan mental kita. Nah, pikiran dan perasaan kita dapat mempengaruhi hormon yang dilepaskan dari sistem endokrin yang kemudian akan mempengaruhi sistem kerja organ tubuh kita.
Dr. Goodstein juga mengatakan bahwa seringkali pasien yang datang ke dokter dengan keluhan pusing, letih, gangguan di perut ternyata penyebabnya adalah depresi, walau si pasien tidak secara terang-terangan merasa mengalami depresi.
Apa contohnya dari pengaruh kesehatan mental terhadap kesehatan fisik?
- Depresi merupakan faktor risiko bagi sebagian orang untuk terkena peenyakit seperti kanker dan banyak penyakit lainnya karena depresi menurunkan keefektivitas sistem imun,
- Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental atau sudah didiagnosa mengalami depresi biasanya mengalami susah tidur, merasa mudah letih, konstipasi, tidak nafsu makan. Hal-hal ini tentunya akan memberi dampak pada kesehatan fisik lainnya.
- biasanya orang dengan gangguan kecemasan, terdapat gangguan dalam karidovaskular yaitu dia memiliki hipertensi/ tekanan darah tinggi
1. Istirahat yang cukup
Istirahat yang baik penting untuk kesejahteraan emosional. Banyak orang mulai menunjukkan ketidakstabilan psikologis ketika mereka tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Istirahat adalah kata yang berguna untuk tubuh atau otak.
Jika Anda mulai mengalami kesulitan istirahat, mulailah melakukan hal-hal yang dapat membantu Anda tertidur lebih baik. Misal, bersihkan kamar sebelum tidur, ganti lampu kamar seperlunya, apalagi kalau tidak ada suara yang mengganggu, dan jaga ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur.
2. Mindfulness
penuhi pikiran mu dengan kejadian dalam masa kini,tidak melihat ke masa lalu atau masa depan. Ada pendekatan yang berbeda untuk melakukan hal ini, Anda dapat merenungkan, merasakan dan mengalami hal-hal yang baik, secara konsisten bersyukur dan menyambut diri sendiri.
mindfulness penting bagi individu yang berada dalam resiko penyakit mental. karena mindfulness bisa membantu pikiran lebih fokus pada keadaan saat ini, tanpa perlu khawatir tentang hal-hal lain yang bisa mengacaukan pikiran.
3. Hidup dengan cara yang sehat
Olahraga, tidak merokok, menjaga asupan gizi seperti rutinitas makan yang padat penting bagi kesehatan fisik, terapi juga memiliki hubungan langsung dengan kesehatan emosional. Olahraga akan memberlakukan endorfin dalam tubuh, yang membantu meningkatkan kebahagiaan diri
Penggunaan gula, lemak, dan makanan malang lainnya yang berlebihan telah meningkatkan bahaya kesedihan. Akibatnya, rutinitas makan yang sehat dapat membantu mengendalikan bahaya masalah mental.
4. Selaraskan diri Anda
Jika Anda sering merasa resah, gelisah dan ragu-ragu cobalah untuk meletakkan ponsel Anda setidaknya untuk beberapa waktu. Putuskan hubungan dari lingkaran media berbasis web dan internet, dan cobalah untuk berinteraksi dengan diri Anda sendiri.
Coba lihat bagaimana perasaan Anda. Ingatlah bahwa langkah awal untuk mencegah kerusakan mental adalah menyelaraskan diri dengan diri Anda sendiri.
Daftar pustaka:
Novianty, A.,2018. Literasi Kesehatan Mental: Pengetahuan dan Persepsi Publik mengenai Gangguan Mental. Analitika, 9(2), 68. doi:10.31289/analitika.v9i2.1136
Novianty, A., & Hadjam, M. N.,2017. Literasi Kesehatan Mental dan Sikap Komunitas sebagai Prediktor Pencarian Pertolongan Formal. Jurnal Psikologi, 44(1), 50. doi:10.22146/jpsi.22988
Bagaimana Kesehatan Mental dan Kesehatan Fisik Saling Mempengaruhi. (n.d.). Retrieved October 10, 2020, from https://www.sahabatnestle.co.id/content/kesehatan/kesehatan-pria-wanita/bagaimana-kesehatan-mental-dan-kesehatan-fisik-saling-mempengaruhi.html
Warta Ekonomi. (2020, January 24). Ini 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Kesehatan Mental Lebih Baik, Diterapkan Ya! Retrieved October 10, 2020, from https://www.wartaekonomi.co.id/read268358/ini-5-kebiasaan-yang-bisa-bikin-kesehatan-mental-lebih-baik-diterapkan-ya
Komentar
Posting Komentar